
Insights from recent episode analysis
Audience Interest
Podcast Focus
Publishing Consistency
Platform Reach
Insights are generated by CastFox AI using publicly available data, episode content, and proprietary models.
Total monthly reach
Estimated from 1 chart position in 1 market.
By chart position
- 🇦🇺AU · Islam#1965K to 30K
- Per-Episode Audience
Est. listeners per new episode within ~30 days
3.5K to 21K🎙 Biweekly cadence·89 episodes·Long inactive - Monthly Reach
Unique listeners across all episodes (30 days)
5K to 30K🇦🇺100% - Active Followers
Loyal subscribers who consistently listen
1.5K to 9K
Market Insights
Platform Distribution
Reach across major podcast platforms, updated hourly
Total Followers
—
Total Plays
—
Total Reviews
—
* Data sourced directly from platform APIs and aggregated hourly across all major podcast directories.
On the show
Recent episodes
Nasehat Untuk Perindu Kekuasaan | Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas
May 31, 2021
Unknown duration
Nasihat Ketika Wabah Melanda | Ustadz Aunur Rofiq Bin Ghufron, Lc.
May 30, 2021
Unknown duration
Jangan Kau Benci Orang Tuamu | Ustadz Subhan Bawazier
May 29, 2021
Unknown duration
Agama Surga | Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.
May 28, 2021
Unknown duration
Sabar Dalam Berdakwah | Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas
May 27, 2021
Unknown duration
Social Links & Contact
Official channels & resources
Official Website
Login
RSS Feed
Login
| Date | Episode | Description | Length | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 5/31/21 | ![]() Nasehat Untuk Perindu Kekuasaan | Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas | Khayalan sebagian manusia untuk bisa mendapatkan jabatan atau kekuasaan supaya bisa berbuat seperti perbuatan para raja di muka bumi. Benarkah dengan berbuat seperti itu akan membuat lebih baik kondisi ataukah bertambah rusak?? | — | ||||||
| 5/30/21 | ![]() Nasihat Ketika Wabah Melanda | Ustadz Aunur Rofiq Bin Ghufron, Lc. | Simak penjelasannya berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/29/21 | ![]() Jangan Kau Benci Orang Tuamu | Ustadz Subhan Bawazier | Simak penjelasannya berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/28/21 | ![]() Agama Surga | Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | Islam agama yang universal. Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ untuk menyebarkan islam kepada seluruh umat manusia. Sehingga ajaran islam sedunia adalah sama. Karena sumbernya sama. Ketika ada orang yang memiliki kerangka ajaran yang berbeda, berarti itu bukan islam ajaran beliau. Allah berfirman, وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ “Aku tidak mengutus kamu, melainkan untuk umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28) Dalam tafsirnya, al-Hafidz Ibnu Katsir menfsirkan ayat ini, bahwa Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh makhluk. Semua yang mukallaf. Baik orang arab maupun luar arab. Yang paling mulia diantara mereka, adalah yang paling taat kepada Allah. (Tafsir Ibn Katsir, 6/518) | — | ||||||
| 5/27/21 | ![]() Sabar Dalam Berdakwah | Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas | Dapat dikatakan, bahwa tidak ada dakwah yang tanpa kesabaran, sebagai-mana tidak ada badan yang tanpa kepala. Jika kepala lepas dari badan, maka itu artinya kematian. Oleh karena itu, Iman Ibnu Qayim mengatakan,” Kedudukan sabar ter-hadap iman, ibarat kedudukan kepala terhadap badan. Maka tidak ada iman bagi orang yang tidak punya kesabaran, sebagaimana jasad juga tak berarti tanpa adanya kepala.” Jika dalam keimanan yang sifatnya masih individual dibutuhkan kesabar-an, maka dalam dakwah yang skupnya lebih luas dan kompleks sudah barang tentu sangat lebih dibutuhkan lagi. | — | ||||||
| 5/26/21 | ![]() Resep Ditolong Allah | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri | Sesungguhnya Allah hanya menjamin pertolongan-Nya untuk siapa yang sungguh-sungguh berada di jalan-Nya dan berjihad untuk meninggikan kalimat-Nya. Bukan untuk orang-orang yang beramal demi diri dan hawa nafsunya, karena yang seperti ini bukanlah orang yang bertakwa, bukan pula termasuk orang yang berbuat kebaikan. Kalau pun dia tertolong, itu hanyalah sebatas kebenaran yang ada padanya, karena Allah tidak menolong hamba-Nya kecuali siapa saja yang berada dalam kebenaran. | — | ||||||
| 5/25/21 | ![]() Berislam Secara Kaffah | Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا ادْخُلُوْا فِي الْسِّلْمِ كَافَّةً وَ لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia merupakan musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208) | — | ||||||
| 5/24/21 | ![]() Sudahkah Engkau Membalas Jasanya | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri | Diceritakan suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Diambil dari kitab al-Kabair, karya adz-Dzahabi) Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/23/21 | ![]() Ridho Allah, Ridho Orang Tua | Ustadz Subhan Bawazier | Sesuatu yang sekarang ditemui adalah dimana sebagian manusia terkadang lebih hormat dan tunduk kepada atasannya di kantor atau kepada guru mereka di sekolah dibandingkan dengan kepada orang tuanya yang telah mengandung dan merawatnya dengan susah payah. Bahkan sampai-sampai apabila berbicara kepada guru atau atasan di kantornya sangat menghormatinya melebihi hormatnya kepada kedua orang tuanya. Padahal sungguh Allah telah memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua di beberapa tempat dalam Al Qur’an, diantaranya : وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا Artinya : “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan sesuatu apa pun bersamanya serta berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An-Nisa’ : 36). Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/22/21 | ![]() Untukmu Terorist | Ustadz Subhan Bawazier | Nasehat kepada para teroris dan para demonstran. Agama Islam ini mudah, bukan membuat manusia khawatir takut dan kesusahan. Kalaulah mencaci sesama muslim dari pinggir jalan adalah fasiq, apalagi membunuhnya. Seorang muslim haram darahnya ditumpahkan, kehormatannya haram untuk di injak-injak dan di ghibah. Tidak kah kita takut kepada Allah?? Simak penjelasannya berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
Want analysis for the episodes below?Free for Pro Submit a request, we'll have your selected episodes analyzed within an hour. Free, at no cost to you, for Pro users. | |||||||||
| 5/21/21 | ![]() Sikap Rasulullah ﷺ Terhadap Kesalahan | Ustadz Abu Thohir Jones Vendra, Lc. M.A. | Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/20/21 | ![]() Kisah Teladan Para Ulama Terhadap Pemerintah | Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/19/21 | ![]() Wahai Perindu Surga, Perhatikan Lisanmu | Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc. | Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/18/21 | ![]() Rumah Sebagai Gerbang Utama Pendidikan Keluarga | Ustadz Subhan Bawazier | Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 5/17/21 | ![]() Untukmu Para Pencari Ketenaran (Kisah Teladan Yazid Al-Aswad) | Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc. | Berkata Abu Zur’ah Yahya bin Abi ‘Amr: “Ad-Dlohhak bin Qois keluar bersama manusia untuk sholat istisqo' (sholat untuk minta hujan), namun hujan tak kunjung datang, dan mereka tidak melihat adanya awan. Maka beliau berkata : ”Dimana Yazid bin Al-Aswad?” (Dalam riwayat yang lain: Maka tidak seorangpun yang menjawabnya, kemudian dia berkata : ”Dimana Yazid bin Al-Aswad?, Aku tegaskan padanya jika dia mendengar perkataanku ini hendaknya dia berdiri”), maka berkata Yazid: ”Saya di sini!”, berkata Ad-Dlohhak: ”Berdirilah! Mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan bagi kami!” Maka Yazid pun berdiri dan menundukan kepalanya diantara dua bahunya, dan menyingsingkan lengan banjunya lalu berdoa: ”Ya Allah, sesungguhnya para hambaMu memintaku untuk berdoa kepadaMu”. Lalu tidaklah dia berdoa kecuali tiga kali kecuali langsung turunlah hujan yang deras sekali, hingga hampir saja mereka tenggelam karenanya. Kemudian dia berkata : ”Ya Allah, sesungguhnya hal ini telah membuatku menjadi tersohor, maka istirahatkanlah aku dari ketenaran ini”, dan tidak berselang lama yaitu seminggu kemudian diapun meninggal.” (Sittu Duror karya Syaikh Abdul Malik Romadloni hal 47) | — | ||||||
| 8/11/20 | ![]() Sifat Istri Shalihah | Ustadz Ainurrofiq, Lc. | Apa dan bagaimana ciri-ciri dari istri yang shalihah? Simak pemaparannya dari Kajian muslimah dari pembahasan kitab "Shifat az-Zaujah ash-Sholihah -الصفات الزوجة الصالحة-" karangan As-Syaikh Abdurrazzaq Bin Abdil Muhsin Al Abbad Al Badr -Hafidzahullah-, yang dijelaskan oleh Ustadz Ainurrofiq, Lc. berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 8/10/20 | ![]() Ummat Muhammad ﷺ | Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA | “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (murtad) setelah jelas petunjuk bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): ‘Kami akan mematuhimu dalam beberapa urusan,’ sedangkan Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka dan punggung mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.” [Muhammad: 25-28] Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 8/8/20 | ![]() Sunnah-Sunnah Yang Ditinggalkan | Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. | Rasulullah ﷺ bersabda, من أحيا سنة من سنتي فعمل بها الناس، كان له مثل أجر من عمل بها، لا ينقص من أجورهم شيئاً “Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ (HR Ibnu Majah (no. 209), pada sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan dengan riwayat-riwayat lain yang semakna, oleh karena itu syaikh al-Albani menshahihkannya dalam kitab “Shahih sunan Ibnu Majah” (no. 173). Imam al-Qurthubi berkata, “Barangsiapa yang terus-menerus meninggalkan sunnah-sunnah (Rasulullah ﷺ) maka ini (menunjukkan) kekurangan (kelemahan/celaan) dalam agamanya. Apalagi kalau dia meninggalkan sunnah-sunnah tersebut karena meremehkan dan tidak menyukainya, maka ini kefasikan (rusaknya iman), karena adanya ancaman dalam sabda Rasulullah ﷺ, “Barangsiapa yang membenci sunnah/petunjukku maka dia bukan termasuk golonganku“ (HR al-Bukhari no. 4776 dan Muslim no. 1401). Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 8/7/20 | ![]() Sungguh Merugi | Ustadz Subhan Bawazier | Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “(dan) barangsiapa yang ringan timbangan kebaikannya (karena timbangan keburukan/dosanya lebih berat), maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. al-A’raaf: 9) Dan Sungguh merugi jika kita mengetahui dekatnya surga dengan cara berbakti kepada kedua orang tua, tetapi kita malah melalaikannya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Dalam hadits lain beliau juga bersabda, “Celaka, celaka, celaka!” Ada yang bertanya,”Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim) Simak selengkapnya dalam rekaman kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 7/5/20 | ![]() Menjadi Jalan Hidayah | Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA | Bisakah diantara kita menjadi jalan hidayah bagi saudara dan keluarga tercinta? Bisa. Sebagaimana apabila kita mengharapkan seseorang basah maka kita harus dekatkan dia ke Air. Menunjukan seseorang ke jalan hidayah juga demikian, berikan mereka asbabun hidayah, nasehati di waktu yang tepat, berikan hadiah dan bersabar dalam mendidik mereka. Simak penjelasannya berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 7/5/20 | ![]() Pemuda Idaman | Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA | Ada yang menghabiskan nya untuk berfoya-foya, bersuka ria, namun sebenarnya masa muda adalah masa berjuang yg sangat berharga. Masa muda adalah masa yang penuh potensi bagi seorang muslim. Dalam sebuah hadits yang shahih, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ pernah bersabda: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دعته امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu: 1. Pemimpin yang adil 2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala 3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid 4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala. 5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”. 6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. 7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata. Inilah karakter Pemuda idaman. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Ta'ala. Pemuda yang senantiasa menghiasi masjid masjid. Pemuda yang mengingat Allah dalam kesendirian-nya. Masa muda cuma sekali. Manfaatkan sebaik-baiknya, agar kita termasuk "pemuda idaman" pemuda yang akan mendapatkan naungan Allah Ta'ala di akhirat kelak. Simak penjelasannya berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 7/5/20 | ![]() Muliakan Orang Tuamu | Ustadz Subhan Bawazier | Ingatlah betapa besar kasih sayang kedua orang tuamu kepadamu. Ingatlah betapa besar perhatian mereka akan tempat tinggalmu, makan dan minum mu, pendidikanmu, serta penjagaan mereka pada waktu malam dan siang. Ingatlah betapa besar kekhawatiran mereka ketika engkau sakit hingga pekerjaan yang lain pun mereka tinggalkan demi merawatmu. Uang yang mereka cari dengan susah payah rela mereka keluarkan tanpa pikir panjang demi kesembuhanmu. Ingatlah kerja keras siang malam yang mereka lakukan demi menafkahimu. Niscaya engkau akan mengetahui kadar penderitaan kedua orang tuamu pada waktu mereka membimbing dirimu hingga beranjak dewasa. Simak penjelasannya berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 7/5/20 | ![]() Orang Terakhir Yang Masuk Surga | Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. | Kisah ini memberikan motivasi bagi kita bahwasanya Allah sangat luas Rahmat-Nya.. Dia Maha mengampuni semua dosa kecuali Syirik yg dibawa mati. Rekaman ini juga akan menjelaskan kepada kita bahwa orang yang masuk neraka kalau dia tidak mensyirikkan Allah, maka dia akan disiksa sesuai maksiat yang dia lakukan dan akan dimasukkan ke dalam Surga. Dan orang yang terakhir masuk surga pun akan diberikan kenikmatan yang tiada tara. Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga.” Ia pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh. Ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.” Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga.” Ia pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh. Kemudian ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh.” Allah berfirman kepadanya, “Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya.” Orang tersebut berkata, “Apakah Engkau memperolok-olok ku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja Diraja?” Ibnu Mas’ud berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda, “Itulah penghuni surga yang paling rendah derajatnya.” HR. Bukhari no. 6571, 7511 dan Muslim no. 186). Ya Allah masukkanlah kami semua ke dalam surgamu yang tinggi dan selamatkanlah kami semua dari api neraka. Amin Simak penjelasannya berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 7/5/20 | ![]() Kuharap Cintaku Mempertemukan | Ustadz Ali Ahmad | Jadikanlah idolamu dan tambatan cintamu adalah Rasulullah ﷺ, Abu Bakr, Umar, Utsman, para sahabat lainnya, dan orang sholeh bukan para artis, pemain bola dan pelaku maksiat lainnya. Realisasikan cintamu dengan mengikuti jejak mereka (orang-orang sholeh) dalam setiap perkataan dan perbuatan. Nabi ﷺ bersabda, أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dari ‘Aisyah secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة “Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.” (Lihat ‘Aunul Ma’bud, 11/164, Asy Syamilah) Simak selengkapnya dalam kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
| 7/5/20 | ![]() Menjadi Istri Idaman Suami | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri | Istri cantik, bukanlah satu-satunya kriteria bagi seorang mu'min yang memiliki cita-cita untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. keshalihan sang istri merupakan kriteria utama dan didambakan seorang lelaki di antara sekian banyak kriteria yang diinginkannya. Apalah arti istri yang cantik, jika ia tidak taat kepada sang suami, suka membuatnya jengkel dan sakit hati, tidak menyenangkan ketika berada di dekatnya, tidak amanah, dan lain sebagainya. Tentunya keadaan seperti ini dapat membuat sang suami merasa tak aman dan nyaman berlama-lama di dalam rumah, bahkan boleh jadi rumah baginya laksana neraka. Beginilah konsekuensi yang akan ditanggung oleh seorang lelaki, tatkala ia memutuskan kecantikanlah sebagai kriteria utama dan segalanya dalam memilih partner hidupnya, meskipun ia tidak memiliki kesalehan. Simak selengkapnya dalam kajian islam ilmiyah berikut ini. Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. | — | ||||||
Showing 25 of 89
Sponsor Intelligence
Sign in to see which brands sponsor this podcast, their ad offers, and promo codes.
Chart Positions
1 placement across 1 market.
Chart Positions
1 placement across 1 market.

























