
Insights from recent episode analysis
Audience Interest
Podcast Focus
Publishing Consistency
Platform Reach
Insights are generated by CastFox AI using publicly available data, episode content, and proprietary models.
Most discussed topics
Brands & references
Est. Listeners
Insufficient chart data. Estimates will improve as the show charts.
- Per-Episode Audience
Est. listeners per new episode within ~30 days
N/A🎙 Weekly cadence·581 episodes·Last published 6d ago - Monthly Reach
Unique listeners across all episodes (30 days)
N/A - Active Followers
Loyal subscribers who consistently listen
N/A
Market Insights
Platform Distribution
Reach across major podcast platforms, updated hourly
Total Followers
—
Total Plays
—
Total Reviews
—
* Data sourced directly from platform APIs and aggregated hourly across all major podcast directories.
On the show
From 12 epsHost
Recent guests
No guests detected in recent episodes.
Recent episodes
Kesatuan Dalam Kebersamaan
Jun 18, 2026
Unknown duration
Penuh Harapan
Jun 12, 2026
4m 28s
Eben Haezer
Jun 4, 2026
4m 43s
Tuhan, Sembuhkan Aku
May 29, 2026
6m 15s
Iman yang Tidak Memaksa Tuhan
May 22, 2026
6m 13s
Social Links & Contact
Official channels & resources
Official Website
Login
RSS Feed
Login
Resolving iTunes ID\u2026 if this persists, the podcast may not be indexed on Apple Podcasts.
| Date | Episode | Topics | Guests | Brands | Places | Keywords | Sponsor | Length | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 6/18/26 | ![]() Kesatuan Dalam Kebersamaan | Di dalam kehidupan, kita tidak pernah berjalan sendirian. Kita ditenun bersama dalam sebuah jaringan hubungan bernama kebersamaan. Namun, kebersamaan yang sejati tidak pernah terjadi secara kebetulan; ia menuntut tanggung jawab dari setiap jiwa yang ada di dalamnya untuk terus menjaga ketenangan, kebahagiaan, dan persatuan. Seperti pesan mendalam yang tertulis dalam 2 Korintus 8:13: “Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.” | — | ||||||
| 6/12/26 | ![]() Penuh Harapan✨ | hopefuture+3 | — | Kitab Yeremia | — | hopefuture+3 | — | 4m 28s | |
| 6/4/26 | ![]() Eben Haezer✨ | faithdivine help+3 | — | Kitab 1 Samuel 7:12-13 | IsraelFilistin+2 | Eben HaezerGod's help+3 | — | 4m 43s | |
| 5/29/26 | ![]() Tuhan, Sembuhkan Aku✨ | kesembuhanspiritualitas+3 | — | — | — | kesembuhanspiritualitas+3 | — | 6m 15s | |
| 5/22/26 | ![]() Iman yang Tidak Memaksa Tuhan✨ | faithprayer+4 | — | — | — | faithprayer+5 | — | 6m 13s | |
| 5/15/26 | ![]() Ketika Iman Lebih Besar Dari Yang Terlihat✨ | faithtrust+3 | — | — | — | Abrahamfaith+5 | — | 4m 21s | |
| 5/7/26 | ![]() Dua Arah, Satu Pilihan✨ | faith journeyblessings+3 | — | Breath & Bread | — | AbrahamLot+5 | — | 5m 44s | |
| 12/28/25 | ![]() Saat Microphone Dimatikan✨ | spiritual journeyfaith+3 | — | — | — | podcast journeyspirituality+3 | — | 5m 21s | |
| 12/17/25 | ![]() Ketaatan Dalam Diam✨ | ketaatanNatal+5 | — | InjilMatius 1:19 | — | NatalYusuf+5 | — | 6m 10s | |
| 12/17/25 | ![]() Natal Yang Terusir✨ | Natalpenderitaan+5 | — | — | Mesir | NatalYesus+7 | — | 6m 17s | |
Want analysis for the episodes below?Free for Pro Submit a request, we'll have your selected episodes analyzed within an hour. Free, at no cost to you, for Pro users. | |||||||||
| 12/13/25 | ![]() Allah Beserta Kita✨ | ChristmasImmanuel+3 | — | Yesaya 7:14Matius 1:23 | — | ImmanuelYesus+6 | — | 6m 34s | |
| 12/11/25 | ![]() Mesias Yang Rapuh✨ | Natalkerentanan+4 | — | Allah | — | NatalMesias+5 | — | 6m 26s | |
| 12/3/25 | ![]() Iman yang Mengandung Janji✨ | Nataliman+4 | — | Sang Juruselamat | Nazaret | NatalMaria+5 | — | 6m 55s | |
| 12/3/25 | ![]() Kasih Turun Ke Palungan | Kadang, kita bertanya dalam hati, "Apakah masuk akal Allah Yang Maha Kuasa, tinggi, dan tak terbatas mau turun menjadi manusia yang lemah, terbatas, bahkan bisa lapar dan menangis?" Secara logika manusia, ini seperti sesuatu yang mustahil. Bagaimana Sang Pencipta masuk ke ciptaan? Bagaimana Yang Kekal masuk ke dalam keterbatasan waktu? Namun, jika kita melihat dari sisi kasih, justru itulah yang paling masuk akal. Allah adalah kasih. Kasih sejati selalu mencari cara untuk mendekat, memahami, dan menjangkau. Seorang raja bisa saja memerintah dari istana, tetapi kasih yang sejati akan membuatnya turun, mengenakan pakaian sederhana, dan hidup di tengah rakyatnya. Bukan karena Ia kehilangan keagungan-Nya, tetapi karena Ia ingin rakyatnya mengenal hati-Nya. | — | ||||||
| 11/30/25 | ![]() Natal Yang Ditolak | Natal sering dipandang sebagai kabar sukacita yang diterima semua orang. Namun, Alkitab juga mencatat sisi lain: ada yang menolak kelahiran Kristus. Salah satu tokoh yang paling menonjol adalah Raja Herodes. Ketika mendengar kabar tentang kelahiran "Raja orang Yahudi," Herodes tidak bersukacita, melainkan merasa terancam. Mengapa seorang raja besar terganggu oleh kabar kelahiran seorang bayi? Karena kehadiran Yesus mengancam tahta dan kekuasaannya. Herodes melihat Yesus bukan sebagai Juruselamat, melainkan pesaing. Reaksi ini menunjukkan betapa ego dan ambisi dapat membuat seseorang menolak Allah. | — | ||||||
| 11/30/25 | ![]() Allah Menyapa Dalam Sunyi | Ketika Natal tiba, dunia dipenuhi cahaya lampu, lagu riang, dan pesta. Namun, peristiwa Natal pertama justru begitu sederhana. Tidak ada orkestra, tidak ada sambutan megah. Yang ada hanyalah kandang kecil, binatang yang tenang, dan tangis seorang bayi. Allah memilih menyapa dunia dalam keheningan. Di Perjanjian Lama, kehadiran Allah sering ditandai dengan tanda besar—api, awan, atau gemuruh. Tetapi, Lukas 2:6-7 mencatat bahwa Yesus lahir dalam kandang dan dibaringkan di palungan karena tidak ada tempat di penginapan. Tidak ada sorotan panggung, hanya kesunyian malam. | — | ||||||
| 11/19/25 | ![]() Mudah Tersinggung | Ada sebuah kebenaran yang tajam namun seringkali kita abaikan: betapa banyak kesempatan besar dalam hidup, bahkan mukjizat Tuhan, akan terlewatkan begitu saja hanya karena hati kita terlalu cepat tersinggung. Kita menutup pintu berkat, bukan karena Tuhan tidak sanggup memberi, melainkan karena kita membiarkan luka hati, gengsi, dan emosi menguasai diri. Lihatlah kisah perempuan Kanaan dalam Matius 15. Ia datang kepada Yesus dengan permohonan yang sederhana tetapi mendesak—anaknya sakit keras, ia butuh pertolongan. Namun, apa yang ia terima bukan jawaban manis, bukan pelukan penuh penghiburan, melainkan kalimat yang menusuk hati: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." | — | ||||||
| 11/19/25 | ![]() Tinggal di dalam Kristus | "Karena itu, setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi. Setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia." Ada sebuah rahasia kehidupan Kristen yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan kata-kata: hidup yang melekat pada Kristus. Seperti ranting yang hanya dapat hidup jika tetap menempel pada pokok anggur, demikian pula kita hanya dapat hidup dalam kekudusan bila tetap tinggal di dalam Dia. Tanpa Dia, kita kering, rapuh, dan akhirnya mati. Tetapi, ketika hati kita bersandar kepada-Nya, ada keheningan rohani yang melampaui segala kegelisahan, ada kekuatan untuk menolak dosa yang sebelumnya begitu mengikat. | — | ||||||
| 11/11/25 | ![]() Hari Kerja Orang Kristen | Daniel 6:5 mencatat, "Mereka tidak mendapat alasan apapun untuk sesuatu kesalahan terhadap Daniel, sebab ia setia." Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Penampilannya rapi, tutur katanya sopan, dan ia membawa resume dengan rekomendasi dari pendeta, ketua komsel, serta seorang diaken gereja. Sang pemilik perusahaan membaca resume itu dengan saksama, lalu berkata, "Saya menghargai rekomendasi dari teman-teman gereja Anda, tetapi yang benar-benar saya ingin dengar adalah: Bagaimana Anda pada hari kerja?" Kalimat itu menohok. Sering kali kita berusaha tampil baik di gereja pada hari Minggu, tetapi perilaku kita di hari kerja justru menunjukkan wajah yang lain. | — | ||||||
| 11/11/25 | ![]() Kasih & Takut Akan Tuhan | Dalam perjalanan iman, kita sering dihadapkan pada dua sisi yang harus seimbang: kasih dan takut akan Tuhan. Jika kita hanya menekankan kasih tanpa adanya takut akan Tuhan, kita bisa jatuh pada sikap "semau gue", merasa bebas melakukan apa pun tanpa memperhatikan kekudusan dan kebenaran. Kasih yang dilepaskan dari rasa hormat kepada Tuhan mudah berubah menjadi kelancangan. Namun, di sisi lain, bila kita hanya menekankan takut tanpa kasih, kita terjerumus pada legalisme, yaitu hidup penuh akurat, kaku, dan tanpa kelembutan hati. Kita menjadi seperti orang Farisi yang taat hukum tetapi kehilangan roh kasih yang sejati. | — | ||||||
| 11/5/25 | ![]() Jalani & Syukuri | Pernahkah kita duduk diam lalu menyadari bahwa beban hidup yang terasa begitu berat sebenarnya bukan berasal dari hidup itu sendiri, melainkan dari cara kita memikirkannya? Hidup ini kadang tidak seberat itu, namun otak kita, dengan pikiran yang berselisih, jauh lebih sulit. Kita membayangkan apa yang belum terjadi, kita membesar-besarkan masalah kecil, kita menimbun kekhawatiran esok ke dalam hari ini. Akhirnya, jiwa kita lelah bahkan sebelum melangkah. Firman Tuhan berkata, "Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu." Sederhana, tetapi penuh kuasa. | — | ||||||
| 11/5/25 | ![]() Ketika Langit Terasa Tertutup | Yesaya 40:31 berkata, "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." Ada masa dalam hidup ketika langit terasa begitu berat, doa seakan terhenti di atap kamar, harapan terasa tipis, dan hati dicekam oleh kelelahan yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Kita berjalan, tetapi terasa tidak ada tujuan. Kita berlari, tetapi kaki seakan terikat oleh beban yang tak kelihatan. Kita ingin menyerah, namun di dalam lubuk jiwa terdengar bisikan lembut, "Tunggu aku, nantikan aku." | — | ||||||
| 11/3/25 | ![]() Antara Luka & Pelajaran | Setiap kita memiliki masa lalu. Ada kenangan yang manis, penuh sukacita, dan menjadi penghiburan, namun ada juga masa lalu yang kelam, penuh air mata, kesalahan, penyesalan, dan luka yang sulit dihapus. Masa lalu itu seperti bayang-bayang yang terus mengikuti, walaupun kita ingin berlari ke depan. Seringkali, masa lalu menjadi beban yang melemahkan kita: ada orang yang tidak berani bermimpi lagi karena kegagalan kemarin; ada yang merasa tidak layak karena dosa-dosa yang pernah diperbuat; ada pula yang hatinya terus terluka karena pengkhianatan, kehilangan, atau kekecewaan di masa lalu. | — | ||||||
| 11/3/25 | ![]() Hidup Tidak Berhenti di Bumi | Ada satu kenyataan yang sering kita abaikan: Hidup ini singkat. Kita lahir, bertumbuh, berlari mengejar mimpi, lalu tanpa terasa usia pun berjalan. Rambut yang dulu hitam kini memutih, tubuh yang dulu kuat kini melemah. Rumah, harta, pekerjaan, prestasi, bahkan tubuh kita sendiri, semuanya fana. Dunia menawarkan ilusi bahwa hidup ini pusat segalanya. Tapi, Salib Kristus. Ada tanah air yang sejati. Yesus sendiri berkata, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Kematian bukanlah akhir, melainkan hidup. Dunia ini hanyalah terminal sementara. | — | ||||||
| 10/22/25 | ![]() Apakah Aku Pasti Selamat | Kadang, kita bertanya dalam hati, "Apakah aku benar-benar selamat? Apakah suatu hari nanti aku akan berdiri di hadapan Allah dan diterima?" Keraguan ini sering muncul saat kita menyadari kelemahan dan kegagalan kita. Kita ingin percaya penuh, namun ada bisikan ketakutan yang berkata, "Bagaimana jika aku jatuh? Bagaimana jika aku tidak cukup setia?" Kabar baiknya, keselamatan bukanlah hasil perjuangan kita, melainkan karya Allah yang sudah sempurna di dalam Kristus. Yesus berkata dalam Yohanes 10:28, "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merenggut mereka dari tangan-Ku." Keselamatan itu bukan tiket yang kita genggam erat agar jangan hilang, tapi pelukan Allah yang memegang kita erat. Kita aman bukan karena kekuatan iman kita, melainkan karena kesetiaan Dia. | — | ||||||
Showing 25 of 583
Pitch Fit is a Pro feature
See how bookable this show is for guests, which brands already advertise, the per-episode ad value, and the best-fit guest and sponsor profile. The numbers are blurred on the free plan.
How readily this show books outside guests like you.
How proven this show is for host-read sponsorships.
For Guests
ProFor Advertisers
ProUpgrade to Pro to unlock guest cadence, sponsor categories, fit scores, and per-episode ad value for this show.

























