
Insights from recent episode analysis
Audience Interest
Podcast Focus
Publishing Consistency
Platform Reach
Insights are generated by CastFox AI using publicly available data, episode content, and proprietary models.
Est. Listeners
Based on iTunes & Spotify (publisher stats).
- Per-Episode Audience
Est. listeners per new episode within ~30 days
1,001 - 10,000 - Monthly Reach
Unique listeners across all episodes (30 days)
5,001 - 25,000 - Active Followers
Loyal subscribers who consistently listen
501 - 5,000
Market Insights
Platform Distribution
Reach across major podcast platforms, updated hourly
Total Followers
—
Total Plays
—
Total Reviews
—
* Data sourced directly from platform APIs and aggregated hourly across all major podcast directories.
On the show
Recent episodes
Greysia Polii: Bermimpi, Dobrak Batasan, Jadi Juara
Mar 1, 2024
Unknown duration
Pemilu 2024: Setiap Lima Tahun Sekali, Harapan Diobral
Feb 14, 2024
Unknown duration
Mencintai Diri & Lewati Titik Terendah Tanpa Support System - #BerbagiPerspektif Sarra Tobing
Oct 16, 2023
Unknown duration
Merawat Anak Kecil dalam Diri - #BerbagiPerspektif Nadin Amizah
Sep 26, 2023
Unknown duration
Pendam Sendiri; Meledak Sendiri
Aug 27, 2023
Unknown duration
Social Links & Contact
Official channels & resources
Official Website
Login
RSS Feed
Login
| Date | Episode | Description | Length | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 3/1/24 | Greysia Polii: Bermimpi, Dobrak Batasan, Jadi Juara | Menjadi ganda putri Indonesia pertama yang berhasil menembus final badminton Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii memberikan pelajaran penting bagi kita tentang kehadiran perempuan untuk memiliki hak-hak yang setara dan bebas berpartisipasi dalam bidang apa pun. Dalam rangka menghitung mundur perayaan Hari Perempuan Sedunia tanggal 8 Maret 2024, Menjadi Manusia menghadirkan Greysia Polii yang akan menceritakan perjalanannya menjadi seorang atlet perempuan di Indonesia. Simak selengkapnya! | — | ||||||
| 2/14/24 | Pemilu 2024: Setiap Lima Tahun Sekali, Harapan Diobral | Pemilu 2024 sudah di depan mata. Barangkali, kamu menonton video ini sebelum mencoblos, ketika sudah membulatkan pilihan, atau bahkan saat jari kecilmu sudah merasakan tinta ungu. Apa pun yang terjadi, siapa pun pemimpinnya, semoga kita terus memupuk cinta kepada sesama. Jalinan kasih dan persaudaraan yang telah terbangun selama ini tidak sepadan untuk dikorbankan. Ingatlah, cinta kita lebih besar dari siasat pecah belah yang dimanfaatkan untuk mendulang suara. Selamat menyaksikan. Selamat merayakan. | — | ||||||
| 10/16/23 | Mencintai Diri & Lewati Titik Terendah Tanpa Support System - #BerbagiPerspektif Sarra Tobing | Sarra Tobing dalam Berbagi Perspektif kali ini akan berbagi perjalanannya tentang trauma dalam keluarga, hubungan toksik, hingga berdamai dengan keadaan dan mencintai diri sendiri. | — | ||||||
| 9/26/23 | Merawat Anak Kecil dalam Diri - #BerbagiPerspektif Nadin Amizah | Sejalan dengan lagu terbarunya berjudul “Tawa”, Berbagi Perspektif kali ini menghadirkan Nadin Amizah yang menceritakan pengalaman hidupnya tentang inner child serta mengenali dan menerima ketidaksempurnaan pada diri. | — | ||||||
| 8/27/23 | Pendam Sendiri; Meledak Sendiri | Apa benar ada kebahagiaan sejati di dalam dirimu selama lukamu yang tak kunjung sembuh? Ataukah selama ini kamu hanya berpura-pura di hadapan orang lain? | — | ||||||
| 2/18/22 | 249. Kau Duluan Saja | Kami mengajak orang-orang untuk menuliskan surat cinta. Pada episode kali ini, surat cinta datang untuk seseorang yang sedang ia perjuangkan. Musik: Write Me Another Song - The Overtunes Ayok tuliskan juga surat cintamu sekarang dan kirim ke @seribukisahsebuahkasih [Instagram]. | — | ||||||
| 8/13/21 | 194. Penawar Gelisah | Bagaimana perasaan seorang anak jika kedua orang tuanya sakit, dalam waktu bersamaan, dan si anak tak punya biaya untuk mengobatinya? Lebih-lebih di masa pandemi seperti saat ini. | — | ||||||
| 8/11/21 | 193. Bukannya Mau Mengeluh | Kapan semua ini akan berakhir? Aku tau tak akan ada yang bisa menjawabnya. Namun teruntuk para penguasa, tolong dengarkanlah yang satu ini dengan saksama. | — | ||||||
| 8/6/21 | 192. Kuat di Tengah Jurang | Sebelum pandemi tak separah ini, ibu masih bisa membayar utang dari hasil berjualan makanan paginya. Namun semenjak pandemi, ditambah PPKM ini, jualan ibu sangat sepi, setiap hari ibu menangis karena merasa lelah dengan hidupnya. | — | ||||||
| 8/4/21 | 191. Rentetan Mimpi Buruk Ini Belum Usai | Perasaan takut, khawatir, dan kehilangan tidak berkesudahan yang sedang kita hadapi dengan nyata membuat semua terasa tidak masuk akal. | — | ||||||
Want analysis for the episodes below?Free for Pro Submit a request, we'll have your selected episodes analyzed within an hour. Free, at no cost to you, for Pro users. | |||||||||
| 5/12/21 | Ramadan Kali Ini Ep. 5: Sempurna Adalah... | Rayhan, Juno, Ario, dan Mariska akhirnya tersadar bahwa kesempurnaan itu tidak pernah ada. Dan sebagai manusia, mereka harus menerima kenyataan tersebut. Meskipun memiliki banyak kekurangan, keluarga tetaplah keluarga. Keempatnya pun berdamai dengan permasalahan mereka masing-masing untuk menyambut hari yang fitri. | — | ||||||
| 5/5/21 | Ramadan Kali Ini Ep. 4: Menyambut Hari yang Fitri | Mariska, seorang anak sulung. Karena ayah dan ibunya sibuk bekerja, Mariska seolah berperan juga sebagai orang tua bagi adiknya yang berkebutuhan khusus. Dia seperti sudah terbiasa dengan suasana rumah yang pada pagi hari hanya diisi oleh dirinya dan sang adik. Memang, Mariska bukan orang yang suka membuka topik perbincangan di meja makan. Namun di kala itu, tepat saat sahur, Mariska akhirnya memberanikan dirinya untuk berterus terang terhadap kedua orang tuanya. | — | ||||||
| 4/28/21 | Ramadan Kali Ini Ep. 3: Hidup di Persimpangan | Ario, seorang anak berusia 21 tahun yang cukup terbuka dan terbiasa dengan perbedaan. Kedua orang tuanya berbeda agama dan dua kakaknya sudah memutuskan untuk menganut agamanya masing-masing. Hal ini berbeda dengan Ario yang belum menentukan kepercayaannya. Lambat laun, kedua orang tuanya pun seolah mendesak Ario untuk segera memilih. Bahkan, mereka malah mempertanyakan: apakah pernikahan ini merupakan keputusan yang tepat untuk dilakukan? | — | ||||||
| 2/3/21 | 157. Sebuah Pesan | "Seperlunya kita bercerita, ceritakan apa yang membuat dia yang mendengar atau aku yang menceritakan sama-sama bahagia, bukan membuka luka atau mengingat apa yang sudah sangat diusahakan untuk hilang." | — | ||||||
| 1/1/21 | 148. Perayaan Akhir Tahun | Sebuah pengalaman audio yang akan membawa kalian merasakan gegap gempita perayaan akhir tahun. | — | ||||||
| 12/30/20 | 147. Pada Akhirnya | "Pada akhirnya memulai kembali jadi sebuah cara memperbarui dan memperbaiki diri, bukankah setiap pencapaian selalu membawa rasa lega?" | — | ||||||
| 12/23/20 | 145. Pelukan Ibu Adalah Rumah | "Aku merindukan pelukanmu, Bu: rumah bagi segala keluh dan peluh anak-anakmu; rumah yang tak pernah menghakimi seburuk apa pun diri ini; rumah yang selalu menyediakan telinga untuk berbagi." | — | ||||||
| 12/18/20 | 144. Kasihmu yang Hangat | Bu, dunia yang keras di luar sana tak akan pernah menggantikan hangatnya kasihmu. | — | ||||||
| 12/16/20 | 143. Teman Perjalanan | "Kita memang banyak kekurangan, tetapi kita sepakat bahwa tiada manusia yang sempurna. Padamu yang menemani perjalanan kehidupanku, semoga kau tetap menjadi dirimu yang seutuhnya." | — | ||||||
| 12/9/20 | 141. Untuk Setiap Doa Atas Suaka | "Lupakan namamu, etnismu, agamamu, atau apapun yang menyekat-nyekatkan dirimu dengan setiap jiwa yang mampu membuatmu jadi satu—untuk setiap doa baik yang kau lantunkan malam ini juga." | — | ||||||
| 12/4/20 | 140. Mengertilah Bahwa Kita Berbeda | Tak ada manusia yang diciptakan sama. Namun semoga kita mengerti caranya menghargai sesama. | — | ||||||
| 12/2/20 | 139. Menjadi Aku | "Aku adalah milikku sendiri dan apa yang ada dalam diriku adalah apa yang harus aku terima serta aku jaga. Aku berhenti menyalahkan diriku atas hal-hal yang belum bisa aku raih." | — | ||||||
| 11/27/20 | 138.Waktu Sendiri | Sebuah pengalaman audio yang akan membawamu terduduk tenang dan menikmati waktu sendiri. | — | ||||||
| 11/25/20 | 137. Surat Untuk Diriku di Masa Depan | "Jati dirimu ada karena kau cari, kemudian kau bentuk, tidak hanya dengan bumbu-bumbu ketekunan, kerja keras dan kesabaran. Kau butuh kau yang kuat, yang tak akan layu meski hujan menyiramimu sepanjang waktu." | — | ||||||
| 11/18/20 | 135. Sampai Kapan? Kapan Sampai? | "Siapa yang sangka, ternyata aku yang telah memendam gelisah begitu lama, hanya butuh satu pelukan dari seseorang yang aku cintai? Bahwa aku hanya butuh untuk percaya jika aku tidak sendirian di sini?" | — | ||||||
Showing 25 of 68
Sponsor Intelligence
Sign in to see which brands sponsor this podcast, their ad offers, and promo codes.

























