
About this episode
Episode ini membahas paradoks kehadiran Allah yang Maha Kuasa dalam bentuk bayi yang rapuh pada Natal.
Ketika kita membayangkan Allah hadir di dunia, pikiran kita mungkin tertuju pada sosok Perkasa, penuh kuasa, dan ditakuti. Namun, Natal menghadirkan paradoks. Allah Yang Maha Kuasa justru datang dalam rupa bayi yang rapuh. Tangisan pertama Yesus di palungan adalah tanda bahwa Sang Mesias rela masuk dalam kerentanan manusia. Natal mengingatkan kita bahwa kuasa Allah berbeda dari kuasa dunia. Kekuatan sejati dinyatakan melalui kelemahan, kasih, dan kerendahan hati. Seorang bayi tidak bisa melakukan apa pun sendiri; ia butuh dipeluk, disusui, dan dijaga. Ketika Yesus datang sebagai bayi, Ia menunjukkan bahwa Allah rela menjadi rapuh, bergantung pada kasih manusia yang Ia ciptakan.
Topics covered
- Natal
- kerentanan
- kuasa Allah
- kelemahan
- kasih
- kerendahan hati
Keywords
- Natal
- Mesias
- kerentanan
- kuasa
- kasih
- kelemahan
- kerendahan hati
Mentioned in this episode
Organizations: Allah
More episodes of Breath & Bread
- Penuh Harapan · June 12, 2026 · 4 min
- Eben Haezer · June 4, 2026 · 5 min
- Tuhan, Sembuhkan Aku · May 29, 2026 · 6 min
- Iman yang Tidak Memaksa Tuhan · May 22, 2026 · 6 min
- Ketika Iman Lebih Besar Dari Yang Terlihat · May 15, 2026 · 4 min
- Dua Arah, Satu Pilihan · May 7, 2026 · 6 min
Explore listener stats, chart rankings, contacts and more on the Breath & Bread podcast page.